Read Mey's Minds

About love, life, sometimes hateful thoughts…

Matamu 15/03/2010

Filed under: Short Stories — Mey @ 22:16
Tags: , ,

Di matamu ada cinta. Di matamu ada ketulusan. Di matamu ada kasih sayang. Di matamu ada semua hal yang tak sanggup kulihat. Ada semua hal yang mungkin sedang tak ingin kurasakan saat ini. Ada semua hal yang sedang takut kurasakan saat ini.

Mungkin mudah mengucapkan maaf. Kau tahu itu. Berulang kali kuucapkan maaf dan berulang kali pula kau maafkan aku. Tapi aku tak pernah tahu apa yang ada dalam hatimu. Apakah kau benar – benar memaafkan aku ?

Jauh di lubuk hatimu, apakah kau merasakan hal yang sama denganku ? Keraguan yang sangat besar. Keraguan yang membuatku sering melakukan hal bodoh. Berulang kali kuucapkan maaf dan kaupun memaafkan. Satu hal yang telah kulupakan selama ini. Love means never say that you’re sorry.

Cinta tak mengenal kata maaf. Lalu apa yang kurasakan selama ini ? Cintakah ? Tetapi cinta tak mengenal maaf. Sedangkan selama ini kata maaf menghiasi hari – hari kita.

Serapuh itukah perahu kita ?

Aku masih ingat hari – hari itu. Hari – hari saat kita mulai membangun perahu kita. Canda tawa yang menghiasi hari – hari kita. Aku masih ingat hari – hari itu. Hari – hari di mana perahu kita bergoncang keras. Terhempas ombak dan karam. Kita terpisah, hanyut oleh arus laut. Aku masih ingat hari – hari itu. Kita bertemu di sebuah pulau terpencil yang hangat. Saat hanya ada kau dan aku. Saat benang merah yang mengikat kedua jari kelingking kita belum benar – benar putus. Saat masih ada cinta yang menyatukan kita. Saat itulah kita kembali membangun perahu kita yang telah hancur. Perahu yang saat ini mulai bergoncang kembali.

Serapuh itukah perahu kita ?

Mungkin hati kita sama – sama terluka. Memang hati kita sama – sama terluka. Mungkin lukamu lebih parah daripada yang kuduga. Kurasa memang lukamu lebih dalam daripada yang kulihat saat ini. Tapi aku tak tahu harus bagaimana. Aku tak pernah tahu seberapa dalam lukamu. Aku tak bisa berjalan sendiri. Aku tak bisa terus memapahmu sementara kau tak pernah mau berusaha berjalan sedikitpun. Aku lelah.

Aku lelah sekali. Aku perlu sedikit beristirahat untuk memulihkan tenagaku. Tapi aku tak akan meninggalkanmu. Aku ingin tetap ada di sisimu. Aku membutuhkanmu. Sangat membutuhkanmu. Aku ingin kau berusaha menggerakkan kakimu. Sedikit saja. Aku melihat kesungguhan di matamu. Aku merasakannya dan aku tersentuh. Kesungguhan itulah yang membuatku sanggup menahan lelah hati ini.

Namun sekarang aku benar – benar lelah. Kakiku kejang, lenganku sulit digerakkan. Lapar dan penat menyerangku. Aku tak sanggup memapahmu sekarang. Demi kita, bantulah aku. Cobalah bangkit dan berjalan……….

Sekarang aku takut menatap matamu. Aku takut melihat kesungguhan yang terpancar dari kornea matamu yang menusuk itu. Bukannya aku tak mau berdiri dan berjalan bersamamu. Tetapi aku benar – benar harus istirahat. Aku lelah………..

Tolong jangan pandangi aku. Aku tak sanggup menantang sinar matamu yang sangat menyilaukan. Sinar cinta, sinar ketulusan, dan sinar kasih sayang yang menghunjam kornea mataku.

Kini aku buta. Mataku tak lagi peka terhadap cahaya. Mungkin ini hanya sementara. Aku sungguh berusaha untuk dapat melihat lagi. Apakah kau di sana melakukan hal yang sama ? Apa kau di sana sedang belajar berjalan ? Aku tak tahu. Aku tak bisa melihatmu. Namun aku bisa merasakan kehadiranmu di sisiku. Entah itu nyata atau karena aku yang terlalu merindukanmu. Mungkin aku terlalu merindukanmu. Aku sangat merindukanmu. Merindukanmu yang dulu menggandeng tanganku dan kita berjalan bersama menyusuri jalan impian kita.

Kini mataku perlahan mulai sembuh. Mulai bisa melihat meskipun buram. Namun aku tak menemukanmu. Di mana kau sekarang ? Apa kau sedang belajar berjalan ? Atau kau di sana sedang duduk diam di kursi roda, menerawang jauh memikirkan kita yang kini terpisah jauh entah di mana, atau kau selama ini tak pernah memikirkan aku. Dari dulu hingga saat ini mungkin kau memang tak pernah memikirkan aku. Aku tak tahu. Aku tak pernah tahu. Ku rasa saat ini aku tak ingin tahu apa pun. I can’t read you……….

(high school never ends =D)

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s