Read Mey's Minds

About love, life, sometimes hateful thoughts…

Sssstt… 15/03/2010

Sssst…..Sssst…..Sssst…..

Suara apa itu ? Mengganggu sekali. Huh, apa yah yang sedang kupikirkan tadi ? Oh iya, tadi aku sedang memikirkan orang itu. Orang yang sok hebat itu. Orang yang selalu merasa dirinya pintar. Orang yang selalu merasa dirinya benar. Orang yang egois. Orang yang sangat menyebalkan.

Aku tak suka orang itu datang ke rumahku. Membuat masa – masa bebasku menjadi terkekang. Membuat hari – hari tenangku menjadi was – was. Membuat rumahku yang sejuk menjadi sesak, penuh dengan asap rokok, bau minuman keras. Dan segala sampah yang dibawanya dari tempat perjudian. Aku benci orang itu.

Sssst…..Sssst…..Sssst…..

Ya ampun suara apa sih itu ? Siapa sih yang bisa – bisanya berisik malam – malam begini ? Mengganggu sekali. Aku jadi lupa lagi apa yang barusan kupikirkan. Oh iya, tadi aku memikirkan dia.

Dia yang selalu bersikap lemah. Seolah – olah tak berdaya. Tapi dia sangat munafik. Dia selalu berusaha memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan.

Dia selalu mengadu domba orang lain dan di saat – saat terakhir dia bertindak bagaikan dewi penyelamat. Sungguh menyebalkan. Dan yang lebih menyebalkan lagi semua orang mempercayainya. Semua orang mengagung – agungkannya. Apa tidak ada manusia normal di dunia ini. Yang bisa menilai orang tidak sekedar dari penampilannya. Yang bisa memandang orang menembus tabir penampakannya. Yang bisa memandang orang jauh ke dalam hatinya. Andai ada orang yang dapat melihat itu semua. Andai ada orang yang mau mengerti bahwa dunia itu tidak sepolos kelihatannya. Huh andai saja…..

Sssst…..Sssst…..Sssst…..

Huh suara itu lagi. Aku tidak akan mempedulikannya. Lebih baik aku tak mengacuhkannya daripada aku lupa pada apa yang ingin aku bicarakan.

Aku akan memikirkan seseorang. Ya, aku mulai memikirkan seseorang. Aku memikirkan dia. Dia yang selalu merasa dirinya sempurna. Dia yang selalu merasa dirinya cantik. Dia yang selalu merasa dirinya cerdas. Selalu bertindak sebagai superhero. Tapi aku tahu semua itu kau lakukan hanya untuk mencari perhatian orang – orang di sekitarmu. Perhatian yang aku yakin tak akan pernah kau dapatkan apabila kau hanya mengandalkan kecantikanmu.

Ha…ha…ha…. Kau sungguh menyedihkan, teman. Ups, teman ? Aku menyebutmu teman ? Pantaskah kau jadi temanku ? Kau hanya manusia sampah tak berharga yang hanya bisa menjilat orang – orang di sekelilingmu. Menjijikkan.

Sssst…..Sssst…..Sssst…..

Lagi – lagi suara itu. Hei orang di sana yang membuat suara berisik ini. Aku tidak takut. Aku tidak peduli kau mau apa. Kau dengar itu ? Aku tidak peduli.

Aku heran pada dunia. Apa semua orang ditakdirkan untuk selalu bersikap munafik ? Apa semua orang ditakdirkan untuk tidak memiliki hati nurani ? Apa semua orang ditakdirkan untuk tidak memiliki mata hati ?

Apa hanya aku yang bisa melihat kenyataan ? Mengapa aku merasa hanya aku yang merasa dapat melihat kenyataan ? Dapat melihat kebenaran ? Dapat melihat ekor serigala yang tersembunyi di balik bulu domba ? Kalau memang begitu, sungguh menyedihkan. Dunia ini sungguh menyedihkan.

Sssst…..Sssst…..Sssst…..

Lagi – lagi suara itu. Astaga, aku sudah tak tahan. Hei kau, ayo keluar ! Tunjukkan wajahmu !

Sssst…..Sssst…..Sssst…..

Aaargh…..hentikan ! Aku turun dari tempat tidur dan menyalakan lampu. Kucari si biang pembuat keributan itu ke seluruh penjuru kamarku. Tidak ketemu. Hei kau sembunyi di mana ? Jangan jadi pengecut !

Sssst…..Sssst…..Sssst….. Hei, kau takkan bisa melihatku. Kau hanya bisa merasakan keberadaanku. Kau ingin tahu siapa aku ? Aku adalah hati nuranimu. Kenapa ? Kau terkejut ? Kau terkejut karena selama ini aku membisu ?

Ha…ha…ha… Jangan kaget. Aku bosan melihat kau terus melakukan kebodohan demi kebodohan.

Apa maksudmu ? Kapan aku melakukan kebodohan ? Aku adalah orang yang dibekali mata hati oleh Tuhan. Dan kau, kau yang mengaku – aku sebagai hati nuraniku. Aku tak percaya padamu. Kau bohong ! Kau munafik ! Sama kotornya seperti orang – orang hina yang ada di sekitarku.

Ya ampun. Kau bilang aku pembohong. Kau bilang aku munafik. Kau bilang aku sama kotornya dengan orang – orang hina yang ada di sekitarmu. Lalu kau sendiri ? Apa dirimu sempurna ? Apa kau sendiri tak pernah berbohong ? Kau juga sering berbohong. Tapi untuk menutupi keburukanmu, kau memakai kedok white lies. Apa kau sendiri tidak munafik ? Demi mencapai keinginanmu kau sering sekali bersikap munafik. Kau bermuka dua !

Kau jauh lebih hina daripada mereka yang kau bilang hina. Kau iri pada mereka. Iri karena kau tak memiliki kelebihan seperti yang mereka miliki. Kau benar – benar orang yang tak bersyukur. Daripada kau membuang – buang waktu, bukankah lebih baik kau menuntut ilmu setinggi mungkin ? Memperkaya dirimu dengan ilmu untuk memiliki berbagai kekuranganmu ?

Aku…..aku….. Aku speechless. Aku tak mampu berkata apa – apa. Aku shock. Aku terkejut. Aku malu sekali. Malu pada diriku sendiri. Malu pada hati nuraniku. Malu pada mata hatiku. Aku hanya bisa merosot di ujung tempat tidur. Merenung dan bertanya – tanya. Tetang apa arti hidupku selama ini.

(high school never ends =D)

 

2 Responses to “Sssstt…”

  1. alfons Says:

    hahahaha. akhirnya bikin juga….


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s