Read Mey's Minds

About love, life, sometimes hateful thoughts…

Apa dan mengapa, lalu bagaimana 21/03/2010

Apa yang membuatku perlu memahamimu ?

Apa yang membuatku perlu memaafkanmu ?

Dan apa yang membuatku masih perlu peduli terhadapmu ?

Tidak ada. Baru saja kuputuskan, tidak ada. Tidak ada lagi. Dan takkan pernah ada lagi. Selanjutnya aku takkan pernah kembali menjadi seperti yang dulu lagi. Karena sesungguhnya hidup ini hanya satu kali dan waktu takkan pernah bisa diputar kembali.

Ya, waktu tidak akan pernah bisa berbalik mundur. Meskipun seringkali terpikir untuk mundur, namun waktu tak pernah melakukannya, demikian pula diriku. Betapapun inginnya aku kembali menoleh ke belakang, merangkai serpihan masa lalu, kemungkinan terjadinya hal ini hampir sama besar dengan kemungkinan bertelurnya sapi.

Dan kalaupun aku suatu saat nanti tiba – tiba menoleh ke belakang, andaipun aku mengalah pada entah hal apa yang menunggu di depan sana, lalu terengah mengais tanah mencari serpihan – serpihan masa lalu yang berjatuhan semburat di sana, toh akupun belum tentu berhasil merangkainya kembali. Besar kemungkinan serpihan itu sudah hancur serapuh debu, beterbangan ke sana kemari menyatu dengan udara yang kuhirup sehari – hari, takkan mungkin dirangkai kembali.

Entah sudah berapa lama aku memendam pemikiran ini dalam hati, bergulat dengan tanya, dan bergelut sendiri dalam ketidakpastian. Ingin berbuat sesuatu namun tak yakin seberapa baik tindakanku ini akan memberi dampak pada orang – orang di sekitarku.

Sering aku menjerit sendiri dalam hati saat melihat orang itu, orang yang memang paling banyak menerima dampak dari keputusanku ini, menderita dan perlahan semakin mengalami kemunduran. Kemajuan yang dialaminya selama 1 semester kemarin dengan susah payah sekarang beranjak hancur dengan kecepatan yang cukup luar biasa. Hal ini tak hanya dirasakan olehnya, aku yakin itu, tetapi juga dirasakan semua orang yang ada di sekitar kami.

Tetapi hidup hanyalah sekumpulan pilihan – pilihan yang harus kita ambil. Memilih satu hal berarti mengorbankan lain hal. Masing – masing ada manfaat dan resikonya. Dan inilah pilihannya, ini juga pilihanku. Inilah pilihan kami, resiko yang harus sama – sama kami pikul.

Bukan berarti aku tak menyayanginya. Justru pilihan ini kuambil karena aku menyayanginya. Aku harus membuatnya belajar memahami bahwa dia bukan anak kecil lagi yang akan selalu kumanjakan bak pangeran atau putri raja. Mungkin sekarang inilah saatnya aku mundur dan cukup memperhatikanmu dari kejauhan. Diam – diam membantumu dan menghilang sebelum kau sempat menyadari aku pernah datang.

Ini bukan soal apa ataupun mengapa. Sudah bukan jamannya lagi kita bertanya apa yang sebenarnya sedang terjadi ataupun mengapa semua ini terjadi. Mengapa semua ini terjadi padaku ataupun apa salahku hingga semua jadi seperti ini. Ini adalah masalah bagaimana. Bagaimana kita menyikapi hal yang sudah terlanjur panjang seperti ini.

Apa aku masih mencintaimu ? Entahlah. Aku tak tahu apakah cinta masih merupakan kata yang cocok untuk menggambarkan rantai yang erat membelit kita akhir – akhir ini.

Apa aku masih menyayangimu ? Iya, aku tetap menyayangimu dan akan selalu begitu. Aku akan selalu ada di belakangmu dan mendukungmu. Cukup aku yang perlu tahu hal ini, kau tak perlu menyadari keberadaanku.

Ini adalah masalah bagaimana. Bagaimana aku memaklumi keenggananmu mengungkapkan perasaanmu dan rencana – rencanamu tentang semua ini kepadaku. Bagaimana aku harus menghadapimu selanjutnya. Bagaimana aku bisa mengerti berbagai macam tindakan irrasional yang dilakukan berbagai macam orang di sekitarku. Bagaimana aku menyikapi situasi ini dengan caraku sendiri, untuk diriku sendiri, dan untukmu.

Kalau sempat terbersit kekhawatiran di benakmu, tenanglah, sesungguhnya aku tak pernah benar – benar meninggalkanmu.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s