Read Mey's Minds

About love, life, sometimes hateful thoughts…

Pria mapan jadi incaran, status dinomorduakan… 28/03/2010

Pria mapan jadi incaran, statuspun dinomorduakan…

Sebenarnya ini bukan title yang pas menurut Mey, tapi kutipan ini lucu, cukup menohok, kebetulan diambil dari salah satu acara infotainment yang cukup blak – blakan dalam perkara kritik – mengkritik kelakuan buruk publik figur Indonesia.

Banyak sekali contohnya, mulai dari Jennifer Dunn yang paling muda sampai Krisdayanti yang sudah sekelas diva. Mereka memang tengah hot – hotnya digosipkan dekat dengan pria beristri.

Banyak pro kontra yang timbul, sebagian besar kontra tentunya, sisanya abstain dan no comment. Apakah mengincar pria mapan dan menomorduakan status terbilang sebuah kesalahan? Well, pada dasarnya tidak ada hal yang bisa mutlak dibilang benar ataupun salah di dunia ini, menurut Mey. Hal – hal yang menurut mayoritas orang terlihat sebagai suatu kesalahan, bisa jadi terlihat sebagai kebenaran di mata orang – orang lain yang termasuk kaum minoritas, dan vice versa, sekali lagi menurut Mey.

Cinta memang hal yang rumit dan kompleks. Entah datang dari mana dan entah pula akan berakhir seperti apa. Tidak mudah diprediksi dan terlalu out of logic untuk dianalisis.

Dan cinta berkaitan erat dengan kebutuhan. Kebutuhan akan perhatian, kehangatan, belaian lembut, berbagai macam pujian dan kata – kata manja. Itu dulu. Kini, kebutuhan itu telah beralih, dari perhatian ke berlian, dari belaian lembut ke unlimited credit card, dari berbagai macam pujian dan kata – kata manja ke deretan mobil dan apartemen mewah. Kebutuhan telah beralih ke hal – hal baru yang cenderung bersifat materi. Kejam? Inilah kenyataan. Menyedihkan? Ini memang dampak perkembangan budaya yang tak bisa dihindari lagi. Dan ini adalah salah satu motif kuat yang mendorong seorang wanita untuk mengincar pria mapan dan menomorduakan status.

Hanya itu sajakah? Hanya materi? Apa dunia memang sudah terlalu penuh dengan wanita – wanita materialistis? Tidak. Tidak, tidak, tidak. No, no, no, a big NO!

Masih ada motif lain yang relevan. Apa? Kecocokan. Ya, kecocokan. Bagaimana ya, timbulnya suatu perasaan unik saat seorang wanita telah lebih dalam mengenal seorang pria, terlalu dalam mungkin. Perasaan unik yang memicu hati kecil kita berbisik, “This is my soulmate…”

Dan berbagai macam motif lainnya yang terlalu panjang dan kurang relevan dibahas satu persatu di sini =D

Apakah motif – motif tadi bisa (atau boleh) dibenarkan? Mungkin iya, mungkin juga tidak. Tidak ada sesuatu yang pasti, tidak ada sesuatu yang sifatnya mutlak.

Mungkin sebagian pembaca akan mencibir tulisan Mey ini, menganggap Mey sok tahu atau sedang bergulat dengan gejolak jiwa muda khas remaja (padahal Mey sudah post-teen, unfortunately). No, no, no. Mey berbicara karena Mey merasakan.

Mey pernah merasakannya. Jatuh cinta, deeply in love, dengan seorang pria yang sedang in a relationship dengan wanita lain. Mereka sudah in a relationship selama sekitar hampir 2 tahun, dan Mey datang kira – kira beberapa bulan sebelum their second anniversary.

How did it feel? Complicated. Mey sama sekali tidak malu mengakui hal ini. Mengapa? Karena cinta tidak berarti HARUS memiliki. Mencintai, menurut Mey, cukup memastikan dia survive, bahagia, dan baik – baik saja.

What about the motive? Materikah? No. Mey dibesarkan dan dididik untuk mandiri, tidak bergantung total pada orang lain, khususnya dalam hal materi. Kecocokankah? Absolutely terribly yes.

Pria seperti dia jarang sekali Mey temukan di sekitar Mey. Pasti anda – anda sedang membayangkan seluar biasa apa pria ini. Hahaha =D

Dia memang luar biasa, such an extra ordinary guy, untuk Mey. Mungkin tidak untuk orang lain. Dia humoris, dengan cara – cara yang pas menurut Mey. Dia serius, dengan porsi – porsi yang pas menurut Mey. Dia memiliki pola pikir yang menarik, serupa dengan Mey. Lebih dari itu, dia mampu dan mau memahami Mey. Tentang Mey yang punya sebagian besar sahabat laki – laki, tentang Mey yang blak – blakan, tentang Mey yang liberal, semua tentang Mey yang sering kurang bisa dipahami pria lainnya.

Sayangnya, dia kurang bisa memahami satu hal terpenting untuk dirinya sendiri, yaitu bahwa hidup sarat dengan pilihan. Dan pria itu harus memilih satu di antara Mey atau wanitanya.

Kini, saat semua menjadi semakin kompleks setiap harinya, Mey sadar Mey tidak bisa dan tidak boleh bersikap lemah terlalu lama. Mey memilih mundur, dan bila memang pria itu ditakdirkan Tuhan untuk Mey, someday and somehow he will come back =D

Apa Mey marah? No. Hidup di dunia sifatnya seimbang. Semakin besar benefit yang kita dapat, sebesar itu juga effort dan risk yang menyertainya. Sudah terlalu lama dan banyak benefit yang Mey rasakan, dan ini saatnya menanggung resikonya =D

Apa Mey kecewa? Mungkin, sedikit. Bagaimanapun, Mey hanya gadis biasa yang tentunya akan lebih bahagia jika bisa bersama dengan orang yang dicintai.

But it doesn’t matter anyway. Hanya ada satu ganjalan sebenarnya. Sedikit susah diungkapkan karena pastinya akan menyinggung satu, dua, bahkan mungkin banyak pihak di luar sana.

Sebenarnya seperti apa rasanya mencintai seseorang? Hal – hal apa yang akan kita lakukan terhadap orang tersebut?

“I love you, jadi antar – jemput aku tiap hari ya sayang.” Jika ini yang dinamakan cinta, berarti anda MENCINTAI sopir anda.

“I love you, jadi temenin aku terus, kalau perlu kamu bolos kuliah deh sayang, toh dosennya ga killer.” Jika ini yang dinamakan cinta, berarti anda MENCINTAI bodyguard anda.

“I love you, jadi turutin semua yang aku minta, terima semua sifat burukku, ngertiin aku selamanya ya sayang.” Jika ini yang dinamakan cinta, berarti anda MENCINTAI jin lampu anda.

And so on.

Selalu bersama dengan orang yang kita cintai memang menyenangkan, tetapi haruskah dijadikan beban?

Cinta memang erat kaitannya dengan sikap menerima seseorang apa adanya, tetapi apa salahnya sama – sama berusaha berubah menjadi manusia yang lebih baik fisik, mental, dan spiritual dari hari ke hari?

Bukankah cinta adalah hubungan dua arah?

Sampai sejauh mana seseorang mampu terus – menerus memahami, mengerti, menuruti kemauan orang lain?

Atau sampai kapan seseorang (dengan tega dan kepala batunya) terus menerus minta dipahami, dimengerti, dan dituruti kemauannya?

Inilah ganjalannya. However, sebesar apapun ganjalannya, tidak akan mengubah keadaan. Pria itu harus memilih dan Mey pun harus membuat keputusan.

Masih ada rasa sayangkah?

Ehm, masih. Mey tetap akan selalu menyayanginya, bagaimanapun keadaannya. Sayangnya beberapa hal telah berubah, dan memang harus diubah. Cukup Mey di sini, menatap dan mengawasinya dari kejauhan, memastikan dirinya bahagia dan baik – baik saja =D

 

2 Responses to “Pria mapan jadi incaran, status dinomorduakan…”

  1. Binar Tyaghita Cesarin Says:

    “I love you, jadi antar – jemput aku tiap hari ya sayang.” Jika ini yang dinamakan cinta, berarti anda MENCINTAI sopir anda.

    “I love you, jadi temenin aku terus, kalau perlu kamu bolos kuliah deh sayang, toh dosennya ga killer.” Jika ini yang dinamakan cinta, berarti anda MENCINTAI bodyguard anda.

    “I love you, jadi turutin semua yang aku minta, terima semua sifat burukku, ngertiin aku selamanya ya sayang.” Jika ini yang dinamakan cinta, berarti anda MENCINTAI jin lampu anda.

    wkwkwkwkw…LIKE THIS banget mi…..
    *pacarku adalah sopir,,bodyguard dan jin lampuku*


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s