Read Mey's Minds

About love, life, sometimes hateful thoughts…

Di antara alkhaf, saya, dan SPG, ada kebodohan 14/04/2010

dini hari ini, sekitar pukul satu pagi, saya menangis. menangis sejadi-jadinya. karena satu pikiran bodoh.

kebodohan dimulai pada sore hari sebelumnya. alkhaf, aku, dan beberapa teman berkumpul di The Loft Pool and Lounge. bersenang-senang sambil mengerjakan beberapa tugas. kami tertawa-tawa sampai pada suatu saat yang sangat tiba-tiba, alkhaf bertanya padaku,”Mey, kamu mau aku jadiin SPG?” pertanyaan aneh bagiku yang refleks kujawab dengan antipati,”ngga ah, mana bisa postur kaya aku jadi SPG?” dst, dst, kemudian kami bubar satu persatu, pulang ke rumah masing-masing.

entah mengapa pikiran tentang pertanyaan SPG tadi mengusik pikiranku. benar-benar bodoh.

mengapa saya menjadi antipati? apa yang membuat saya antipati?

mungkin karena beberapa hal remeh, SPG identik dengan wanita cantik dengan postur tubuh ideal. what about me? NO, NO, NO, A BIG NO!!!

dan saya cukup sadar betapa saya jauh dari kesan wanita cantik berpostur ideal, that’s why, a question about something that closely related to physical things will sound irritating to me.

irikah aku? pasti. siapa yang tidak ingin terlahir cantik?

kesalkah aku? iya, tapi entah mengapa. kekesalan itu timbul secara refleks.

sejak kecil, saya sudah sangat kenyang dengan berbagai stigma buruk terhadap diri saya. saya jelek? ya. saya pendek? ya. saya gemuk? ya. saya hitam? ya. saya jerawatan? ya.

semua ledekan dari orang-orang terdekat itu sudah sangat cukup sekali membuat saya sadar mengenai letak kelemahan terbesar saya. sekali lagi, saya sangat sadar.

inilah yang membuatku merasa antipati dengan pertanyaan alkhaf sore itu. aku tahu alkhaf sama sekali tidak bermaksud meledek. yah, dia datang dan bertanya dengan maksud baik, karena dia tahu saya sedang ruwet mencari kerja. namun tanpa sadar, pertanyaannya malah membuat saya bernostalgia dengan luka masa lalu. hahahaha.

begitulah jadinya. setelah menangis sejadi-jadinya dini hari tadi, saya berniat menemui alkhaf dan menjelaskan baik-baik tentang sikap antipati saya kemarin. bagaimanapun, saya bersikap antipati bukan karena saya merendahkan pekerjaan seorang SPG, namun karena memang hal itu membuat saya merasa hmmmm…

dan sore ini, akhirnya melalui berbagai hambatan, saya berhasil menemui alkhaf, duduk santai dan mengobrol bersamanya. dan inilah yang terjadi selanjutnya…

MEY : Kap, inget ga kemaren pas kamu nanyain soal kerjaan SPG? trus aku jawabnya ogah-ogahan

ALKHAF : hmmm inget deh. kenapa mey? (dengan wajah meragukan)

MEY : ngga, aku pengen cerita kenapa kemaren aku ogah-ogahan, soalnya aku agak kepikiran. tapi kalo kamu ga inget, ya ga jadi, soalnya jadi ga penting ceritanya

ALKHAF : hmmm mau ngomong apa emang? ngomong aja. aku inget-inget lupa sih. tapi gapapa ngomong aja (sambil ketawa-ketiwi)

MEY : jiah… serius duL… inget apa ngga? kalo ga inget, ga penting lagi ceritaku ini

ALKHAF : waduh sori mey, ga inget aku. ya ini yang bikin aku susah dendam sama orang, soalnya aku cepet lupa. hahahaha (ngakak dia)

MEY : (krik krik krik…..)

beginilah akhir ceritanya. di antara saya, alkhaf, dan SPG, ada kebodohan.

 

2 Responses to “Di antara alkhaf, saya, dan SPG, ada kebodohan”

  1. alkhaf Says:

    woyy..
    plagiat nama orang tanpa ijin dulu..
    bisa saya tuntut nih…
    hhahahaa….


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s