Read Mey's Minds

About love, life, sometimes hateful thoughts…

Mimpi dan Harapan 23/05/2010

Hanya sedemikiankah batas antara mimpi dan harapan? Begitu tipiskah? Dan setipis itu jugakah harapan yang pernah kupertaruhkan padamu? Pada kita, tepatnya.

Aku bermimpi memandangmu berdiri di kejauhan. Aku bermimpi dirimu memandangku dalam diam. Aku bermimpi kau mendekat dan mendekapku. Aku bermimpi seseorang menggamit lenganku, dan itu dirimu. Berdiri begitu dekat denganku. Berbisik di telingaku,”Inilah kita, diriku dan dirimu, saat ini dan selamanya.”

Aku membuka mata dan berpikir. Mimpi, harapan, realita. Pada titik mana aku berada. Pada titik mana kita sedang melangkah.

Dan kurasakan air mata dan peluhku menyentuh benakmu. Seperti kurasakan kebimbanganmu membelai batinku yang sedang goyah.

Bagaimana rasanya menjadi berbeda? Seperti aku yang juga berbeda. Bagaimana rasanya memiliki teman dalam perbedaan? Seperti aku yang selalu menemanimu. Bagaimana rasanya dimengerti? Dimengerti dan saling mengerti. Sekali lagi kurasakan kehadiranmu dalam keheningan.

Begitu banyak yang terasa di batinku, begitu ramai suara yang bergumam di benakku, tentangmu. Namun……………………………

Ini mimpiku. Dan juga harapanku. Itulah dirimu.

 

2 Responses to “Mimpi dan Harapan”

  1. wew..... Says:

    buta karena cinta dapat menyebabkan lupa akan orang yang di sekliling kita.padahal mereka lebih menyayangi kita.hmmh


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s